Photography adalah perjalanan Hidup yang panjang dan butuh prosess
Recommended : Newbie to ( menuju / bercita2 ) Professional Carrier
Sebelumnya…, mari Kita simak bersama – sama . “ APA YANG MEMBUAT KITA TERTARIK UNTUK MENDALAMI PHOTOGRAPHY ? “ . tentunya akan banyak alasan mengapa kita menekuni Photography, mulai dari suka , sebagai tempat yang mengasyikan di kala waktu senggang / pelepas stress atau kita tertarik Photography karena bisa kita dijadikan sebagai Profesi yang cukup menjajikan . Namun jika kita telusuri lebih dalam lagi . . . . , Photography bukanlah sesuatu hal yang “ gampang / mudah “ . butuh prosess panjang untuk menekuni dan memahami Photography yang sebenernya . mengapa saya mengatakan demikian , karena di dalam photography kita harus berusaha semaksimal mungkin menyampaikan maksud dari Photo yang kita hasilkan tentunya itu semua tidak hanya asal Kelihatan object dan Fokus lalu selesai . . kadang kita melupakan arti dari photography = ( Photo = cahaya , Graphy / Graphos = Lukisan . jadi jika kita terjemahkan berati Photography adalah Lukisan Cahaya ) . kadang kita kurang memperhatikan fungsi dari cahaya itu sendiri ,bagaimana arah cahaya dan bagaimana sifat cahaya yang akan kita manfaatkan sebagai sarana utama di dalam menangkap Object yang akan kita tangkap / Potret . terkadang… jika kita melihat object yang bagus / menarik kita langsung jepret dengan memaksimalkan fitur dari kamera tanpa melihat / memperhatikan cahayanya.. tapi hal ini tidak menjadi persoalan berat karena tidak semua orang yang melihat foto selalu fokus pada lighting/cahayanya . bisa melihat moment / ceritanya , melihat seseorang yang spesial , atau melihat benda / sesuatu yang disukainya .
Dewasa ini Photography sudah menjadi sesuatu yang biasa / Lumrah bagi khalayak luas. Banyak orang berbondong – bondong membeli kamera Profesional ( DSLR ) tanpa mempelajari dan memahami cahaya / Lighting terlebih dahulu . kalau boleh saya katakan “ Yang Penting motret pake SLR , karena dengan SLR kita bisa membuat Photo seperti yang kita inginkan “ . jika melihat pada fakta yang terjadi . sekarang ini banyak orang yang mempunyai DSLR Camera yang mahal dengan Lensa yang Bagus dan Komplit . namun masalahnya.. tidak semua dari mereka bisa menggunakan dan mengoperasikan alat yang mereka miliki dengan baik . satu kondisi yang cukup memprihatinkan …, walaupun ujung-ujungnya lari ke editing digital untuk penyelesaian Lighting , memang tidak menjadi satu persoalan dan tidak disalahkan juga sich… , karena semua bergantung dari kaca mata visual yang melihat karya kita .
Menuju ke inti fokus pembicaraan “Photography adalah perjalanan Hidup yang panjang dan butuh prosess “ .
apa yang anda pikirkan tentang statemet di atas . . . . ???
Saat ini teknolagi sudah maju dengan adanya “ DIGITAL “ yang tentunya membawa pengaruh positif di dalam Photography . karena dengan adanya digital . Pelaku photography ( Penghobi , Amatir dan Profesional ) disingkatkan dan diefisienkan secara waktu di dalam berphotography baik untuk Commercial ataupun kepentingan pribadi . Kalau kita lihat , pada saat Photography masih ada di teknologi Analog betapa susahnya kita mendalami Photography ,karena kita tidak bisa melakukan koreksi di saat yang sama pada saat pemotretan .belum lagi tidak efisien waktu karena harus mencuci dan mencetak dan akhirnya kita koreksi lagi , beli Roll film lagi untuk belajar lagi dan begitu seterusnya sampai kita menemukan satu moment di mana kita merasa puas dengan Shoot / jepretan kita . di dalam proses “memotret lalu mencuci cetak dan akhirnya kita koreksi lagi , beli Roll film lagi untuk belajar lagi dan balik lagi ke cuci cetak hingga koreksi hasil dan motret lagi hingga berkali – kali “ . di sinilah kita benar – benar merasakan ada di dalam prosess Berphotography yang sebenernya, namun saya tidak akan membahas ini lebih dalam .. karena pada kenyataanya kita sudah masuk di era Digital . tetapi bukan berati kalau sudah ada “ DIGITAL “ kita bisa menjadi seorang “ Photographer “ . karena untuk menjadi seorang Photographer diperlukan prosess yang sangat panjang dan berliku . karena kita harus selalu melakukan eksplorasi ( ide & teknis ) yang tak kunjung berhenti hingga mengolah rasa / mental di dalam Berphotography… Justu di sinilah Prosess dari era Digital . Kita tidak lagi diharuskan menguasai Teknis ( karena prosess koreksi teknis sudah dipermudah dengan adanya Delete – take – delete-dst sampai menemukan sesuatu yang bagus ) , tetapi lebih pada mengolah mental dan rasa di dalam Berphotography . Karena kedua hal inilah yang harus kita miliki terlebih dahulu di dalam Berphotography untuk era digital seperti sekarang . berikut penjabarannya :
MENTAL : di mana prosess Pengujian batin mulai terjadi . Biasanya dialami oleh para senior Photography yang jam terbangnya sudah dikatakan Tinggi . Pak Darwis berkata : “ Biasanya dalam kurun waktu 5-10 tahun, alam akan menguji mental seorang fotografer. Pada usia seperti ini, mental fotografer dalam taraf merasa dirinya pintar, dan selalu ingin dihormati. Jadi sebaiknya, bila orang ingin dihormati maka terlebih dahulu dia harus mau menghormati orang lain. Karena mental itu menyangkut semua aspek. Misalnya, bila seorang fotografer memiliki mental yang baik, maka ia akan terus bertahan sesuai komitmennya menjalani kehidupan meski sedang tidak memiliki job .Dalam menjaga mental, kita harus punya sikap dan tidak boleh menjadi bunglon. Kita harus memiliki jati diri. Bila kita bergaul dengan maling, bukan berarti kita menjadi seorang maling. Kedewasaan atau mental harus dibentuk oleh diri kita. Jadi kita harus memiliki suatu pembentukan jati diri yang kuat. Bahwasanya kita punya komitmen di fotografi, maka langkahnya harus benar-benar mantap dari masa kemasa.. Mental itu harus disesuaikan sudah berapa lama kita hidup. Misalnya, mental kita harus berbeda dengan orang yang berusia 25 tahun dengan 50 tahun. Orang yang berusia 50 tahun akan berbeda menangani masalahnya dengan orang yang berusia 25 tahun “
Dari penjelasan di atas , Kita bisa menarik kesimpulan …., bahwa mental itu adalah faktor utama di dalam Berphotography , karena seseorang yang mempunyai jam Tebang tinggi belum tentu memiliki mental Berphotography yang baik dan mantab . jadi pembentukan mental itu harus benar – benar kita latih terus supaya kita tidak menjadi pribadi yang Sombong , selalu mengungulkan Hasil dan merasa yang Ter / Paling baik dan susah menerima Input dari orang lain . melainkan dengan mental yang baik dan mantab Kita bisa menjadi rendah hati dan Objectif di dalam melihat sebuah Karya , Tidak lagi menanamkan suatu aturan melainkan suatu keindahan .
RASA : di sinilah kita mulai berbicara tentang sesuatu yang kita sukai dan kita anggap itu indah ( Subjectif ) . namun.. jika melihat lebih jauh.. kadang kita mengkorelasikan RASA dengan sesuatu yang baku ( Horizon lurus , komposisi , dll ) . padahal jika kita sudah memasuki RASA , semua yang BAKU atau aturan – aturan tadi hendaknya sudah tidak lagi kita jadikan sebagai sesuatu hal yang ga enak / tidak sedap dipandang.., Karena RASA adalah hasil curahan Hati / Pikiran dari seseorang yang secara Khusus ingin menyampaikan sesuatu di dalam Karya Photonya… memang sedikit Abstrak, tetapi jika kita mau dan Ingin melihat karya tersebut dengan seksama…, pasti kita akan menemukan sesuatu di dalam karya photo tersebut..
Di dalam artikel ini.., saya tidak merasa sebagai seseorang / Photographer yang pandai dan ingin menggurui apalagi dihormati… karena saya masih Bukan apa – apa di dalam dunia Photography…, hanya ingin sedikit mengutarakan apa yang ada di dalam Kepala…
Jika ada salah kata , saya mohon maaf yang sebesar – besarnya…
Semoga artikel ini berguna bagi kita semua & Salam Photography Indonesia Maju teruss…….
Salam hangat selalu
Banu Sidharta